Beberapa waktu yang lalu, pihak
BlackBerry telah mengenalkan antarmuka gaya baru yang sangat berbeda
jika dibandingkan dengan sistem operasi sebelumnya dari BlackBerry.
Dalam sistem operasi terbaur ini, pihak Blackberry menghilangkan
beberapa elemen tradisional ponsel BlackBerry seperti tombol fungsi dan
trackpad, sekarang semuanya sangat bergantung pada navigasi yang
berbasis sentuhan. Gaya baru ini bisa anda lihat dalam Blackberry 10.
Di samping model full-touchscreen yang
diperkenalkan kemarin, ternyata BlackBerry pun maish memiliki ponsel
BlackBerry 10 papan atas dengan keyboard QWERTY tradisional, yakni
Blackberry Q10 yang merupakan ponsel pintar penerus seri Bold yang
melegenda dikalangan pengguna Blackberry. Walaupun saat ini Blackberry
telah memiliki andalan baru tersebut, ternyata produsen smartphone yang
sekarang ini sedang mencoba untuk bangkit ini, pada minggu lalu telah
mengumumkan bakal memproduksi kembali smartphone seri Bold 9900 dengan
model flagship yang pertama kali muncul pada tahun 2011 yang lalu.
Seperti dalam laman BGR, John
Chen, yang merupakan CEO BlackBerry, menerangkan dalam sebuah wawancara
dengan CBCNews, rupanya tidak semua orang suka dengan perubahan
antarmuka yang diusung oleh BlackBerry 10 ini. Chen menjelaskan bahwa
para pengguna merasa kehilangan produktivitas mereka karena BlackBerry
telah menghilangkan sabuk navigasi yang berada bagian di bawah layar
yang berisi trackpad, tombol fungsi, tombol panggilan dan tombol back
atau reject.
Keyboard memang sangat penting. Kalau
begitu apa alasannya Blackberry Q10 kurang sukses dipasaran? Chen
mengatakan bahwa semua itu karena sabuk. Untuk itulah, pihak Blackberry
tak hanya akan mengembalikan sabuk tersebut pada ponsel besutan mereka,
tapi pihak Blackberry juga akan turut menghadirkan kembali beberapa
elemen interface yang disukai oleh para pengguna Bold seperti fungsi cut and paste.
Kabarnya, Blackberry Bold 9900 yang bakal
diproduksi kembali merupakan ponsel yang berbasis sistem operasi
BlackBerry OS 7 yang maish lawas. Secara khusus, Smartphone ini pun
masih memiliki bagian sabuk navigasi di bawah layarnya seperti yang
disebut Chen diatas.
Perangkat lama yang berbasis OS 7 dari
BlackBerry ini memang masih jauh lebih populer jika dibanding platform
OS 10 yang menjadi andalan baru perusahaan tersebut. Kita bisa melihat
pada kuartal fiskal empat yang laporannya dirilis minggu lalu saja,
BlackBerry menyebutkan bahwa dari 3,4 juta perangkat yang sukses
terjual, ternyata 2,3 juta diantaranya merupakan perangkat OS 7 yang
dihuni oleh Bold 9900.
Ketimbang menggencarkan promosi
BlackBerry 10, justru Chen lebih memilih untuk mengambil langkah
pragmatis dengan memanfaatkan popularitas produk yang lama. Bahkan
secara meyakinkan, Chen mengatakan bahwa Bold 9900 akan segera
dibangkitkan kembali sebagai produk perantara antara Q10 dan Q20 yang
merupakan produk terbaru.


0 Response to "Bold 9900 Akan Dibangkitkan Kembali Oleh Blackberry"
Post a Comment